(gambar hanya sample)PENERAPAN KEDISIPLINAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN

Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap Pelayanan kesehatan.kesadaran dan kesediaan kami mentaati peraturan dan norma-norma yang berlaku

(gambar hanya sample) Pelayanan Ramah (yang Datang Dari) Hati

Pelayan Kesehatan Kami Dapat Memberikan Yang Nyaman, Ramah, dan Cepat,anda datang untuk sembuh.Tegur lah Kami Bila tidak SENYUM.

(gambar hanya sample)Perawatan luka

tindakan merawat luka dengan upaya untuk mencegah infeksi, membunuh atau menghambat pertumbuhan kuman/bakteri pada kulit dan jaringan tubuh lainnya

(gambar hanya sample) Pelayanan gawat darurat (emergency care)

bagian dari pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu segera (imediately) untuk menyelamatkan kehidupannya (life saving)

(gambar hanya sample) Menjadikan Patient Safety sebagai Prioritas

Membangun speaking up behavior sangat berguna untuk mendesain patient safety improvement yang bermuara pada perubahan perilaku yang sustainable dan peningkatan keamanan pasien

Jumat, 23 Juli 2021

Nyeri Lutut saat Naik Turun Tangga, Waspada Osteoartritis

 

Apakah Anda pernah merasakan nyeri lutut ketika sedang naik turun tangga?

Keluhan nyeri pada lutut ketika melakukan aktivitas naik turun tangga bisa saja disebabkan karena osteoartritis.

Osteoartritis yang sering disebut dengan penyakit sendi degeneratif adalah kondisi kronis dari peradangan sendi.

Penyakit ini dapat terjadi pada sendi mana pun, tetapi paling sering terjadi pada lutut, pinggul, punggung bawah, leher, sendi jari-jari tangan dan kaki.

Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi penyakit sendi di Indonesia tercatat sekitar 7,3% dan osteoartritis atau radang sendi merupakan penyakit sendi yang umum terjadi.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat osteoartritis lebih sering dialami wanita ketimbang pria terutama untuk usia di atas 60 tahun.

Tanda dan keluhan osteoartritis

  • Terasa nyeri pada sendi.
  • Adanya pembengkakan atau kemerahan pada sendi.
  • Kehilangan fleksibilitas/ Berkurangnya gerakan sendi atau kadang sendi sulit digerakkan.
  • Terdengar suara berderik (crackling) pada sendi.
  • Sendi kaku.
  • Taji tulang/ bone spurs.

Faktor risiko osteoartritis

  • Berusia di atas 65 tahun. Gejala mungkin dimulai pada usia 40-an dan 50-an.
  • Gender: lebih banyak pada perempuan
  • Obesitas atau berat badan berlebih.
  • Cedera tulang dan sendi sebelumnya.
  • Stres berulang pada sendi. Jika pekerjaan atau olahraga yang dilakukan menempatkan tekanan yang berulang-ulang pada sendi.
  • Genetika. Beberapa orang mewarisi kecenderungan untuk memiliki osteoartritis.
  • Deformitas tulang. Beberapa orang terlahir dengan bentuk sendi yang salah atau tulang rawan yang rusak.
  • Penyakit metabolik tertentu. Ini termasuk diabetes dan kondisi di mana tubuh memiliki terlalu banyak zat besi (hemochromatosis).


Penanganan osteoartritis

Terapi

  • Konservatif
    -  Pemberian obat anti nyeri. 
    -  Menurunkan berat badan.
    -  Fisioterapi.
     
  • Pembedahan berupa penggantian sendi atau joint replacement, antara lain:
    -  Total Knee Replacement (TKR).
    -  Unicompartemental Knee Replacement (UKR).
    -  Total Hip Replacement (THR)

Joint replacement adalah operasi penggantian sendi untuk mengambil sebagian atau seluruh bagian sendi yang rusak dan mengganti dengan prostesis. Prostetis dibuat untuk menirukan gerakan sendi yang normal dan sehat
Sendi atau tulang rawan sendi bisa rusak akibat peradangan (arthtitis), fraktur (patah tulang), atau kondisi lain.

Total Knee Replacement (TKR)

Kondisi yang memerlukan TKR:

  • Cedera lutut: cidera ligamen.
  • Penyakit seperti : osteoartritis, septik artritis.
  • Perdarahan pada sendi.

Kapan memerlukan TKR:

  • Nyeri atau kaku pada lutut sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Radang sendi kronis.
  • Terjadi perubahan bentuk lutut (bengkok).
  • Fisi0terapi dan obat sudah tidak bisa membantu mengurangi nyeri.

Unicompartemental Knee Replacement (UKR)

Pasien yang bisa dilakukan UKR:

  • Penyakit kompartemen medial terisolasi.
  • Usia kurang dari 60 tahun.
  • Aktivitas fisik tingkat rendah.
  • Beratnya kurang dari 82 kg.
  • Memiliki deformitas sudut kumulatif kurang dari 15 derajat.
  • Kedua ligamen cruciate utuh.
  • Preoperatif: kisaran fleksi 90 derajat, kontraktur fleksi kurang dari 5 derajat, nyeri minimal saat istirahat.
  • Tidak ada bukti radiografi atau intraoperatif chondrocalcinosis atau patello femoral OA.

Total Hip Replacement (THR)

Kondisi yang memerlukan THR:

  • Osteoarttritis sendi panggul.
  • Fraktur panggul (misal karena osteoposis atau cedera).
  • Kondisi lain seperti rhematoid arthtritis, ankylosing spondyitis.

Penanganan osteoartritis bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan membantu bergerak lebih baik.

Anak Demam, Apa yang mesti Dilakukan?

 

Ketika Anda menjadi orang tua, sebuah hal yang sangat sering dihadapi adalah sakit demam pada anak. Saat meletakan tangan di dahi anak dan terasa hangat, kemudian pengecekan dengan termometer ternyata suhu tubuh anak Anda meningkat, jangan langsung panik.

Suhu normal pada bayi dan anak sekitar 36,4°C, tapi hal ini bisa berbeda-beda untuk tiap anak. 

Demam adalah suhu di atas 38°C atau lebih. Demam merupakan respon normal tubuh dalam melawan infeksi seperti batuk dan pilek. Banyak hal yang dapat menyebabkan demam pada anak, dari penyakit umum anak seperti cacar air dan amandel sampai dengan pasca vaksinasi.

Demam sangat umum terjadi pada anak kecil. Dalam kebanyakan kasus, demam tidak berbahaya dan bisa kembali normal dalam 3 hari. Yang harus diwaspadai adalah ketika terjadi demam disertai gejala lainnya atau demam yang tidak kunjung turun setelah lewat dari 3 hari.

Suhu tubuh yang biasanya lebih panas dari biasanya pada bagian punggung dan dada, keringat berlebih dan anak terlihat lemas merupakan tanda bahwa si anak sedang mengalami demam

Pertolongan pertama saat anak demam:

  • Segera berikan banyak cairan, apalagi si anak merasa sering haus, mata cekung, bibir kering dan buang air kecilnya berkurang. Itu merupakan si anak ada gejala dehidrasi.
     
  • Jangan paksa anak untuk makan banyak apabila mereka sedang tidak nafsu makan.
     
  • Kompres dengan air hangat pada lipatan ketiak dan selangkangan selama 10 - 15 menit. Hal ini dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak dan akan membuat panas keluar dari pori-pori kulit melalui proses penguapan.
     
  • Tips lain yang membantu adalah memberikan paracetamol sesuai dengan dosis dan berat badan anak. Ini juga sangat membantu menurunkan demam.


Saat demam, kapan sebaiknya anak dibawa ke dokter?

  • Jika demam pada anak disertai dengan ruam.
  • Tanda-tanda dehidrasi.
  • Disertai kejang.
  • Kaku pada leher.
  • Sakit pada saat menelan.
  • Sakit pada telinga.
  • Sakit kepala dan sesak nafas.

Di era pandemi saat ini, serta sibuknya orang tua akibat Work From Home sehingga tidak punya waktu membawa anaknya ke rumah sakit untuk berkonsultasi, maka Telekonsultasi merupakan pilihan yang bisa dilakukan sebagai langkah awal memeriksakan kesehatan anak tanpa harus datang rumah sakit.

Mayapada Hospital menyediakan layanan Telekonsultasi dengan dokter spesialis anak yang siap membantu Anda menjawab pertanyaan seputar kesehatan anak Anda. 

Tanpa harus ke rumah sakit, Anda bisa mengkonsultasikan kondisi si buah hati dan mendapatkan terapi yang cepat dan tepat sesuai dengan saran dokter spesialis anak.

Apakah Pasien Negatif Covid-19 Sudah Pasti Sembuh?

 
Sembuh atau negatif dari virus Covid-19 tidak menjamin pasien dapat terbebas dari Covid-19. Beberapa pasien Covid-19 masih dapat mengalami dampak jangka panjang (Long Covid) Covid-19.

  • Long Covid: Gejala Covid-19 jangka panjang walaupun pasien sudah dinyatakan sembuh.
  • Ongoing Covid, Long Haul Covid, Living with Covid. 75-80% pasien pernah mengalami Long Covid.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), durasi Long Covid mungkin selama 2 minggu. Penelitian lain menyatakan bisa lebih dari empat minggu. Sekitar 5% dari pasien Covid-19 bahkan memiliki gejala lebih dari 8 minggu. 

Gejala Long Covid

  • Kelelahan
  • Sakit dan nyeri
  • Masalah kognitif 
  • Sesak napas
  • Batuk kering
  • Kehilangan rasa dan bau
  • Ruam kulit, atau adanya perubahan warna pada kulit 

Faktor Risiko Long Covid

  • Umur – terutama diatas 50 tahun
  • Berat badan berlebih
  • Asma 
  • Memiliki lebih dari 5 gejala pada minggu pertama menderita Covid-19

Seiring waktu, gejala Long Covid akan hilang. Pasien dengan chronic fatigue syndrome (Sindrom Keleleahan Kronis) mungkin berisiko Long Covid berulang.

Long Covid dapat meningkatkan risiko masalah jantung pada usia muda. Pasien pasca Covid sebaiknya Istirahat cukup, pembebanan fisik secara bertahap, rehabilitasi medik dan fisioterapi pernapasan, dan suplementasi vitamin, mineral dan antioksidan. 

Ditulis oleh:

dr. Andy Nazarudin, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Mayapada Hospital Tangerang (MHTG)

Selasa, 10 November 2020

Mitos: Makan Daging Kambing Dapat Memicu Darah Tinggi atau Hipertensi

 “Jangan kebanyakan makan daging kambing, nanti darah tinggi, lho!”

Ucapan itu kerap terlontar, entah dalam konteks bercanda atau serius. Namun, apakah benar mengonsumsi daging kambing dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi?

Umumnya, daging merah memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tapi jangan salah, pada daging kambing ternyata memiliki lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging sapi atau ayam.

“Lemak pada daging kambing jauh lebih rendah ketimbang daging sapi dan ayam,” ujar dr. Sentot Handoko, Sp.GK, Spesialis Gizi Klinik dari Mayapada Hospital Bogor (BMC).

Seporsi daging kambing hanya memiliki 2,6 gram lemak. Sementara daging sapi dan daging ayam masing-masing mengandung 7,9 dan 6,3 gram lemak.

Berikut pemaparan untuk seporsi daging (sekitar kurang lebih 85 gram)

  1. Daging kambing mengandung 2,6 gram lemak, 0,79 gram lemak jenuh, 122 kilokalori, 63,8 mg kolesterol, 3,2 mg zat besi, 23 gram protein.
     
  2. Daging sapi mengandung 7,9 gram lemak, 3,0 gram lemak jenuh, 179 kilokalori, 73,1 mg kolesterol, 2,9 mg zat besi, 25 gram protein.
     
  3. Daging ayam mengandung 6,3 gram lemak, 1,7 gram lemak jenuh, 162 kilokalori, 76 mg kolesterol, 1,5 mg zat besi, 25 gram protein.

Pada daging kambing mempunyai efek termogenik, yaitu berupa panas yang dihasilkan dari hasil metabolisme suatu bahan makanan dalam tubuh sehingga memberi sensasi hangat pada tubuh. Hal ini sering kali dianggap kebanyakan orang sebagai tanda tekanan darah tinggi (hipertensi) dan ini perihal yang keliru.


Namun, apa yang dapat menyebabkan darah tinggi atau hipertensi?

  1. Penggunaan garam secara berlebihan dalam bumbu masakanan, sehingga dapat menimbulkan terjadinya darah tinggi.

    Garam mengandung unsur natrium yang berfungsi mengatur air dalam tubuh. Penggunaan natrium dalam jumlah yang besar/berlebihan dapat mengakibatkan semakin banyak air yang disimpan dalam pembuluh darah sehingga dapat berisiko membuat tekanan darah meningkat.

    Nah, jika mengonsumsi hidangan makanan daging kambing yang dimasak dengan kandungan garam tinggi (secara berlebihan) sebagai bumbu, dalam waktu yang lama mampu memicu peningkatan tekanan darah dan penurunan fungsi ginjal.

    Oleh sebab itu, sebaiknya jangan menggunakan garam atau bumbu penyedap bercita rasa asin secara berlebihan dalam mengolah makanan.
     
  2. Cara mengolah seperti menggoreng dengan menggunakan minyak jenuh, bisa berkontribusi terhadap risiko penyakit kardiovaskular, menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan ini dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah.

    Jika Anda penderita darah tinggi, namun ingin makan olahan daging kambing, dianjurkan dalam pengolahannya menggunakan bumbu yang tepat dan benar agar hipertensi tidak terjadi.


Hal yang harus diperhatikan saat makan daging kambing atau sapi

  1. Makanlah hanya satu porsi atau kira-kira seukuran telapak tangan.
     
  2. Hindari bagian daging yang banyak lemak/gajihnya, karena bagian tersebut memiliki lemak jenuh yang tinggi.
     
  3. Olah daging dengan cara direbus, ditumis, atau dipanggang. Hindari daging yang digoreng karena akan menyerap minyak lebih banyak lagi.
     
  4. Jangan mengonsumsi daging secara berlebihan dan harus diimbangi dengan nutrisi lain dari sayuran dan buah-buahan.


Kesimpulannya:

Daging kambing bukan pemicu terjadinya darah tinggi dan penjelasan di atas juga didukung dalam penelitian yang menyatakan bahwa mengonsumsi daging kambing dalam jangka waktu yang lama tidak menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Referensi: portal kesehatan sehatq.com

Rabu, 04 November 2020

Jangan Sepelekan Sakit Perut pada Anak

 


Sakit perut pada anak seringkali terjadi dan umumnya bersifat ringan. Meskipun begitu sakit perut pada anak jangan terlalu dianggap remeh, karena sakit perut dapat menjadi pertanda bahwa anak mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius. Anda sebagai orang tua harus memperhatikan dengan jeli sakit perut yang dialami oleh anak.

Usia dan kemampuan anak untuk berbicara dapat memudahkan orang tua untuk mengidentifikasi sakit perut yang dialami oleh anak karena anak dapat memberitahu letak sakitnya dan bagaimana rasa sakit yang dirasakan. 

Bagi orang tua yang memiliki anak bayi, akan kesulitan untuk mengidentifikasi sakit perut yang dirasakan oleh anak. Meskipun begitu, Anda dapat melihat tanda-tanda pada anak ketika mereka sedang mengalami sakit perut, yaitu:

  • Sikapnya menjadi lebih rewel, susah makan, dan suka menarik kakinya ke arah perut.
  • Tampak lesu, pucat, berkeringat, dan mengantuk.
  • Tidak mau makan dan minum selama beberapa jam.
  • Tidak tertarik jika diajak bermain.
  • Menggosok-gosokkan perut terutama bagian pusar, karena pada bagian tengah inilah lokasi rasa sakit yang utama.
  • Sakit perut pada anak dapat diiringi dengan gejala muntah, diare, dan demam.

Terkadang, sakit perut dapat hilang dengan sendirinya terutama pada kasus yang ringan seperti sembelit/konstipasi atau kolik, namun Anda sebaiknya waspada jika sakit perut tidak membaik dalam kurun waktu 24 jam.

Jika sakit perut tidak juga membaik, dikhawatirkan anak menderita sakit perut akut yang cukup berbahaya. Seperti diantaranya: 

  • Perlengketan usus.
  • Peradangan usus.
  • Radang usus buntu/appendisitis.
  • Obstruksi usus.
  • Usus terlilit.

Segeralah ke rumah sakit apabila keluhan sakit perut pada anak tidak hilang dan bertambah parah.

Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) sebagai rumah sakit yang mengedepankan pelayanan Mother and Children Care, memiliki layanan kesehatan anak yang lengkap terdiri dari:

  • Spesialis Anak
  • Bedah Anak
  • Respirologi Anak
  • Mata Anak
  • Saraf Anak
  • Gigi Anak
  • Onkologi Anak
  • Gastrohepatologi Anak
  • Radiologi Anak
  • Neonatologi 

Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) pun mengedepankan keamanan dan keselamatan pasien di masa pandemi seperti sekarang, sehingga ibu dan anak akan merasa nyaman melakukan pengobatan di spesialis anak Mayapada Hospital Kuningan (MHKN). Kami melakukan hal-hal berikut:

  • Lift khusus untuk menuju pusat pelayanan Women & Children.
  • Lift dibersihkan secara rutin setiap satu jam sekali.
  • Tenaga kesehatan yang dilakukan pengecekan kesehatan rutin